by

Mogok Buruh Di Morowali Bukan Pekerja China, Tangkap Penyebar SARA!

Morowali, Dip4news.com — Beredarnya video yang mengatakan tentang aksi TKA China di PT IMIP Morowali oleh puluhan ribu oleh Kamis (24/1/2019).

Video itu merupakan penyesatan informasi alias hoax yang sengaja dilakukan oleh orang-orang yang selama ini memang selalu memecah belah dengan mengipas-kipas isu SARA.

“Video yang beredar itu merupakan aksi Buruh PT.IMIP yang sedang berlangsung di areal perusahaan, dengan membawa Tuntutan Naikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) sebesar 20% dan Pembangunan fasilitas yang layak bagi keselamatan pekerja,” hal ini ditegaskan oleh Azman Asgar, Sp, Ketua Posko Menangkan Pancasila Sulawesi Tengah.

Jikalau pun ada isu yang mengatakan itu adalah TKA yang keluar dari persembunyiannya, tidak lain itu merupakan usaha untuk mempolitisasi aksi yang dilaksanakan oleh para pekerja.

“Saat ini memang ada upaya jahat sekelompok orang yang dari dulu menghembus-hembuskan pekerja asal China di Morowali. Pemogokan kemarin juga dimanfaatkan mereka untuk terus menghembuskan sentimen SARA. Aparat keamanan harus segera mengejar dan menangkap kelompok kelompok rasis ini,” tegasnya.

Azman Asgar menegaskan bahwa sentimen SARA yang terus beredar sampai saat ini  jelas jelas bertentangan dengan tujuan perjuangan buruh dan menantang Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 yang telah menyatukan bangsa Indonesia sejak kemerdekaan.

“Seluruh rakyat harus melawan kelompok-kelompok rasis yang selalu berupaya memecah belah. Dukung Polisi untuk meringkus para benalu politik yang mengambil keuntungan dari sentimen SARA,” tegasnya.

Mogok Buruh

Sebelumnya, puluhan Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang tergabung dalam Front Perjuangan Buruh (FPB) Morowali termasuk didalamnya SPN (Serikat Pekerja Nasional) Kabupaten Morowali melakukan aksi mogok kerja, Kamis (24/1).

Massa buruh mendesak pihak perusahaan dan Gubernur Sulteng untuk segera menetapkan UMSK Morowali 2019 sebesar 20 persen. Aksi mogok kerja tersebut dimulai Kamis (24/1) dan direncanakan sampai Minggu (27/1) di Kompleks Kantor PT IMIP Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah.

Peserta aksi melakukan orasi dan menyampaikan pendapat di depan umum. Ribuan buruh menyerukan agar seluruh buruh di kawasan IMIP melakukan mogok kerja selama belum ditetapkan UMSK sebesar 20 persen.

“Aksi mogok kerja dilakukan dengan alasan gagalnya kesepakatan yang terbangun antara pihak perusahaan, Serikat Pekerja/buruh dengan Dewan Pengupahan Kabupaten Morowali,” tegas Ketua SPN Kabupaten Morowali Katsaing.

Selain itu, juga adanya surat dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Tengah No.561/0151/BIT PHIWANAKER tentang hasil perundingan antara perusahaan, Apindo dengan serikat pekerja tidak mencapai kesepakatan. Sebelumnya perundingan telah dilakukan selama lima kali, namun kesepakatan antara Apindo, Serikat Pekerja/buruh tidak menemui kesepakatan penetapan UMSK Kabupaten Morowali tahun 2019 sebesar 20 persen.

Tadinya sudah disepakati semua pihak UMSK 20 persen, namun pihak perusahaan melayangkan surat keberatan kepada Gubernur Sulteng setelah kesepakatan tersebut dituangkan dalam berita acara.

Selain itu, perusahaan harus segera membangun seluruh fasilitas yang layak sesuai dengan hak-hak karyawan dan menciptakan penegakan hukum dalam lingkup perusahaan yang adil dan beradab dengan mengedepankan harkat, martabat dan harga diri karyawan.

Ratusan aparat keamanan dari TNI – Polri serta sejumlah security PT IMIP melakukan pengamanan di sejumlah titik dan dipimpin langsung Kapolres Morowali didampingi Kasdim Kodim 1311 Morowali.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, akibat aksi mogok kerja ini dan demonstrasi membuat jalan Trans Sulawesi kawasan IMIP macet dan jalan Utama perusahaan diblokade massa. Peserta aksi berhasil menduduki jalan utama PT IMIP sekitar pukul 06.00 pagi hingga mengakibatkan Angkutan material terhenti total.

(btg/red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed